Archive for the ‘Teknik Budidaya’ Category

Metaxenia Pepaya IPB 9

Studi Metaxenia pada Buah Pepaya Genotipe IPB 9 (Metaxenia Studies on Papaya Genotype IPB 9).

Winarso D. Widodo, Sriani Sujiprihati, Nurul Febrianti

Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian – IPB. Jl. Meranti Kampus IPB Darmaga Bogor 16680. e-mail korespondensi: wd_widodo@yahoo.com. [disampaikan pada: Seminar Nasional Hortikultura Indonesia 2010, Denpasar - Bali pada tanggal 25 - 26 November 2010]

ABSTRAK. Percobaan lapangan dari penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Institut Pertanian Bogor, Tajur pada bulan Oktober 2009 sampai Maret 2010. Dalam percobaan ini digunakan bunga hermafrodit pepaya genotipe IPB 9 sebagai induk betina dan bunga hermafrodit genotipe IPB 1, 3 IPB, dan IPB 4 sebagai penyerbuk. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh metaxenia pada pepaya. Bunga tanaman induk betina diserbuki dengan serbuk sari sendiri dan dengan serbuk sari penyerbuk untuk membentuk buah. Fenomena metaxenia dianalisis dengan mengukur kualitas fisik dan kimia dari buah matang hasil keempat macam penyerbukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dari peubah-peubah yang diamati pada semua buah hasil perlakuan penyerbukan, yang menunjukkan tidak terdapat pengaruh metaxenia pada buah papaya genotipe IPB 9, jika hanya mengandalkan peubah-peubah yang diukur secara kuantitatif. Fenomena metaxenia terlihat pada permukaan kulit buah dan warna daging buah (mesofil). Selain itu terlihat bahwa pangkal buah hasil penyerbukan sendiri cenderung mendatar sedang pangkal buah pada buah hasil penyerbukan dengan serbuk sari lain cenderung meruncing.

Kata-kata Kunci: penyerbuk, serbuk sari, Genotipe IPB 9, Pepaya, kualitas fisik, kualitas kimia

Unduh PDF Presentasi: slide presentasi metaxeniaPepayaIPB9

     

bantu kami meneliti lebih lanjut?


Siksaan Pembungaan

Pak Professor Iswandi yg penuh Perhatian,

Perbolehkan saya menjawab dengan versi Pawitan yg mengendepankan kesedehanaan dalam berfikir dan bertindak (ceeillaah!! ) Rasanya “siksa menyiksa” fdi dunia Fana ini sudah menjadi sunnatullah bagi semua mahluknya. Kalo didalam Budha/Hindu ada Karma dan Asa.
Begitu juga dalam pepatah minang : berakit rakit ke hulu, berenang ketepian, beresakit dahulu, bersenang kemudian. Pohon buah yang sudah besar dan sulit berbuah,,maka jaman dulu(sekarang lebih lebih yaw) digores-gores batangnya dan waktu gerhana juga di pukul2 batang pohonnya, dan itu juga ‘siksaan” kalo kita mau mellihatnya sebagai siksaan. Tapi ada juga sudut pandang yang mengatakan itu ‘membangkitkan’ potensi. Kalau Apel atau Anggur dan banyak tanaman juga harus di prunning/pangkas, supaya segera mengeluarkan tunas baru (dipandang sebagai usaha regenerasi karena ‘induknya tersiksa’) dan ditunas barulah itu ada calon buah yg mengandung ‘keturunan” alias biji untuk regenerasinya. Read the rest of this entry »

AGH442
Tanaman Buah (AGH442) adalah mata kuliah "pilihan dalam departemen" Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Winarso D Widodo, Roedhy Poerwanto, Ketty Suketi, Adiwirman, Ani Kurniawati.
Login Status

    You are not currently logged in.

    Username

    Password

free counters
Dahsyat
Bagaimana mengubah pergaulan menjadi asset dan MESIN UANG yang MEMATIKAN !! Mari segera bergabung...!!!